t1

Berita MotoGP Hari Kamis, Tanggal 16 April 2020

1.Yamaha Tidak Setuju Jatah Motor Pembalap MotoGP Dikurangi
Yamaha menentang ide yang dilontarkan Ducati untuk mengurangi jatah motor. 
Kerugian finansial tengah menghantui tim-tim yang berlaga di MotoGP 2020. Situasi tersebut membuat Ducati mengapungkan wacana menjatahi setiap pembalap satu motor saja, alih-alih dua seperti biasanya. Usul itu terang-terangan ditolak oleh Yamaha MotoGP.
Sekadar informasi, delapan balapan awal MotoGP 2020 dibatalkan atau ditunda akibat wabah virus Corona Covid 19. Sejauh ini, baru satu yang resmi dibatalkan, yakni seri Qatar. Tiga dari tujuh balapan lain sudah mendapat jadwal pengganti, sementara empat lainnya perlu dibahas lebih lanjut.
Ketiadaan balapan membuat keuangan tim-tim independen dan pabrikan di MotoGP kembang kempis. MotoGP sendiri sudah memutuskan kebijakan pembekuan pengembangan motor hingga 2022. Motor-motor yang sedianya digunakan pada 2020, akan dipertahankan untuk musim depan.
Ducati Corse menilai inisiatif Dorna Sports untuk mengurangi biaya semua tim perlu diwujudkan dalam bentuk nyata. Salah satunya adalah mengurangi jatah motor setiap pembalap dari dua menjadi satu. Sayangnya, ide itu ditolak mentah-mentah oleh Tim Monster Energy Yamaha.
“Secara pribadi, saya menolak ide itu karena semua motor sudah siap. Benar bahwa Anda bisa menghemat uang dengan pembatasan suku cadang, tetapi menganggapnya sebagai investasi, lebih merugikan daripada memberikan manfaat,” tutur Manajer Tim Monster Energy Yamaha, Massimo Meregalli, dikutip dari Motorsport, Kamis (16/4/2020).

2. Austria Beri Lampu Hijau MotoGP 2020 Digelar Di Sirkuit Red Bull Ring Sesuai Rencana

Kabar baik datang dari Menteri Olahraga Austria, Werner Kogler, yang tak keberatan jika MotoGP Austria 2020 bakal digelar sesuai jadwal semula. Ia menyebut jika kondisi di Sirkuit Red Bull Ring saat ini cukup terkendali.
Namun begitu, pihaknya juga mewanti-wanti agar semua pihak yang terlibat di MotoGP mau mentaati protokoler kesehatan dari pemerintah Austria, terkait penanganan wabah Corona di negaranya saat ini.
Semua rider dan tim di MotoGP wajib menjalani karantina selama 14 hari di Austria, sebelum diijinkan menggelar balapan yang rencananya bakal berlangsung pada tanggal 14-16 Agustus 2020 mendatang.
“Menggelar balapan pada tanggal yang ditentukan merupakan rencana yang bisa dibayangkan. Namun, penyelenggara harus tahu bahwa semua protokol kesehatan harus dihormati,” ujar Kogler, mengutip dari laman Corsedimoto.

3.MotoGP Butuh Valentino Rossi untuk Bisa Bangkit dari Krisis

Pengamat MotoGP, Carlo Pernat, percaya bahwa, sosok Valentino Rossi akan dibutuhkan oleh kejuaraan balap motor tersebut, untuk bangkit dari krisis.
Ketenaran Valentino Rossi sebagai pembalap megabintang di MotoGP tidak perlu diragukan lagi.
Walaupun prestasi Rossi tak secemerlang ketika masa keemasannya, kehadiran rider berjuluk The Doctor tersebut selalu menjadi magnet tersendiri di MotoGP.
Lautan penonton dengan atribut berwarna kuning yang menjadi ciri khas Rossi mudah untuk ditemui dalam setiap balapan MotoGP.
Kepopuleran Rossi tersebut dipercaya bakal menjadi faktor krusial bagi Motojipi untuk bangkit dari masa krisis akibat pandemi virus corona.
Adalah Carlo Pernat, mantan manajer tim balap Aprilia, yang berpendapat demikian.
“Valentino akan membalap pada 2021, dia yakin, dan penting untuk memastikannya melakukan hal ini,” kata Pernat, dilansir BolaSport.com dari GPOne.

https://www.youtube.com/channel/UCLaYCQLrgIYNkaLklzqJV0w

#YouCatCut#BeritaMotoGP2020#YCTsports#

source