t1

Berita MotoGP Hari Jum’at, Tanggal 17 April 2020

1. Dorna Sports Tunggu Rekomendasi Negara Tuan Rumah MotoGP Sebelum buat Keputusan
CEO Dorna Sports, Carmelo Ezpeleta kembali menggaungkan rencana memulai MotoGP 2020 tanpa kehadiran penggemar, jika lampu hijau dari pihak berwenang (tuan rumah balapan) dinyalakan. Mungkin bagi penikmat balap motor terkesan aneh, namun itu merupakan skenario yang bisa dijalankan saat ini.

Pagelaran MotoGP 2020 terpaksa ditangguhkan sementara sampai situasi dari wabah virus corona benar-benar mereda. Sejak Covid 19 menghentikan aktivitas balapan, sudah ada delapan tempat yang meminta pada Dorna Sports untuk menjadwal ulang balapan. Sementara Grand Prix Qatar yang sejatinya digelar awal bulan lalu, dipastikan batal.

Situasi ini jelas membuat Ezpeleta harus cermat dalam membuat keputusan. Apalagi sejumlah negara, termasuk Italia melarang acara yang mengumpulkan massa sampai 2021 mendatang. Itu dilakukan untuk mencegah penularan virus corona.

Karena itu, menggelar balapan MotoGP tanpa kehadiran penggemar menjadi satu-satunya kemungkinan untuk menyelamatkan kejuaraan grand prix ini. “Jika ketentuan Otoritas dari berbagai negara memungkinkan kami untuk menjalani balapan tanpa penonton, kami akan menurutinya,” kata Ezpeleta dikutip dari Corsedimoto, Kamis (16/4/2020).
“Kami mengikuti evolusi situasi dari jam ke jam, kami siap untuk memulai lagi sambil memantau perkembangan,” pungkas Ezpeleta.

2. Cal Crutchlow: Demi Marc Marquez, Honda Takkan Ubah Motor Mereka

Cal Crutchlow mengatakan Honda takkan mengubah motor mereka karena dinilai sudah membantu Marc Marquez untuk juara.

Marc Marquez sukses mempertahankan titel juara dunianya pada balapan MotoGP musim 2019.

Pembalap tim Repsol Honda tersebut genap mengoleksi enam gelar juara dunia MotoGP sepanjang karier.

Cal Crutchlow tak yakin Honda akan mengubah motor timnya, karena terbukti motor yang digunakan para pembalapnya sekarang sudah cukup menggaransi titel untuk Marquez.

“Honda mendengarkan masukan dari para pembalap, tetapi Marc sudah memenangi banyak balapan. Dia adalah pembalap terbaik saat ini,” kata Crutchlow, dikutip BolaSport.com dari GPOne.

3. Bagi Jorge Lorenzo, Buah dari Ducati dan Honda Hanyalah Kekecewaan

Mantan pembalap MotoGP, Jorge Lorenzo, menjelaskan pengalamannya ketika membela tim Ducati dan Repsol Honda..
Sebelum menjadi pembalap penguji di tim Yamaha pada musim ini, Jorge Lorenzo pernah membalap untuk Ducati dan Honda.

Alih-alih mampu membawa kedua tim itu merebut gelar juara dunia seperti saat berada di Yamaha, Jorge Lorenzo justru tampil kesulitan.

Setelah hengkang dari Yamaha pada musim 2016, Jorge Lorenzo memilih Ducati, sebagai pelabuhan barunya, untuk mengarungi kerasnya kompetisi di kelas utama.

Selama dua musim membela pabrikan asal Italia itu, X-Fuera hanya mampu membukukan total tujuh kali podium dengan tiga kemenangan.

Semua kemenangan yang diraih Jorge Lorenzo bersama skuad Borgo Panigale diraih pada musim keduanya.

Ironisnya, setelah berhasil mengatasi paceklik kemenangan, Lorenzo memutuskan untuk tidak lagi membela Ducati dan hijrah ke Repsol Honda.

Bersama Repsol Honda, juara dunia tiga kali itu mengalami musim yang tragis dengan tanpa meraih sekalipun kemenangan pada musim lalu.
Rentetan hasil minor selalu diraihnya, hingga akhirnya pria asal Spanyol itu memutuskan untuk gantung helm, alias pensiun dari MotoGP.
Dalam sebuah wawancara, Jorge Lorenzo menuturkan bahwa tak ada hal lain yang diraihnya saat membela kedua tim tersebut selain kekecewaan.
Kekecewaan saat membela Ducati dikarenakan Lorenzo lebih memilih pergi saat dia sudah berhasil beradaptasi dan tampil kompetitif dengan motor Desmosedici.
Sementara saat membela Repsol Honda, pria berusia 32 tahun itu merasa gagal karena dia tidak pernah sekalipun mampu meraih hasil yang baik.
“Sebenarnya itu adalah dua kekecewaan bagi saya,” kata Jorge Lorenzo, dilansir BolaSport.com dari Marca.

https://www.youtube.com/channel/UCLaYCQLrgIYNkaLklzqJV0w

#YCT#BeritaMotoGP#BeritaTerbaru#

source